carambola

Belimbing Karangsari, dari Desa Menembus Supermarket

General 0 Comments

Belimbing Karangsari merupakan belimbing varietas unggul yang dikembangkan Kelompok Tani Margo Mulyo. Belimbing ini berhasil mengisi pasar swalayan se Pulau Jawa. Hal ini merupakan buah ketekunan para anggota kelompok tani di Blitar, Jawa Timur tersebut.
“Jadi belimbing yang saya budidayakan ini sudah bersertifikat, dinamakan belimbing Karangsari. Diambil dari nama desanya, desa Karangsari,” kata Ketua Kelompok Tani Margo Mulyo Imam Surani kepada Kompas.com seusai Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing 2013 di Jakarta, pekan lalu.buah belimbing

Imam mengatakan, usaha pembudidayaan belimbing ini tak dilakukannya sendiri, namun secara kelompok. Ia pun mulai dipercaya sebagai ketua sejak tahun 1985. Kelompok Tani Margo Mulyo yang diketuainya terdiri atas 14 anggota yang merupakan pengepul belimbing.

“Ini pelaku usahanya ada 14 pengepul. Karena untuk menampung produk tanaman yang jumlahnya cukup banyak, sehingga dibutuhkan pengepul yang banyak, namun ada yang kelas-kelas. Jadi ada yang melayani pasar, ada yang supermarket. Kalau saya supermarket,” ujar Imam.

Di desanya, kata dia, seluruh warga diwajibkan menanam pohon belimbing di pekarangan rumah. Ia mengungkapkan tujuannya adalah agar tanaman pelindung yang ditanam di rumah adalah tanaman yang memberi nilai tambah.

“Ini saya usahakan untuk menjadi tanaman wajib. Jadi wajib pemanfaatan halaman, samping, belakang, depan rumah itu jumlahnya sudah merata. Tanaman lain harus diganti dengan tanaman belimbing,” kata dia.

Pada saat akan menanam belimbing untuk pertama kalinya dahulu, Imam mengatakan mengundang Balai Sertifikasi Pemanfaatan Bibit (BPSB) untuk meneliti bibit mana yang merupakan varietas terunggul dari ribuan bibit yang kala itu masih berbentuk biji. Akhirnya varietas unggul menurut penelitian BPSB dijadikan pohon induk.

“Akhirnya ditentukan di rumahnya adik istri saya, ternyata punya tanaman yang varietasnya bagus menurut penelitian dan pengujian BPSB. Ini saya jadikan pohon induk, akhirnya saya ambil satu cabang buat nempel ke pohon induk yang lain. Ini yang menjadi pohon induk bersertifikat. Ada 16 batang, satu batang diminta oleh Kementrian Pertanian untuk dilestarikan dan tidak dimatikan,” jelas dia.

Saat ini, kata Imam, jumlah pohon belimbing di desanya telah mencapai 30.000 batang. Adapun jumlah produksi dari satu pengepul saja tak kurang dari 5 ton per minggu. Para pengepul itu memasok belimbing baik ke pasar tradisional maupun ke pasar swalayan. Saat ini belimbing Karangsari telah dipasarkan ke sebuah pasar swalayan ternama di seluruh Jawa.

“Kalau pasar kelasnya lain. Pasar kan tidak ada yang disortir, semuanya ditampung. Tapi harganya murah. Kalau supermarket harus disortir,nanti dipilah-pilah. Di-grade, gitu,” kata Imam.

Terkait berhasilnya belimbing Karangsari memenangi kategori Produk Segar Berdaya Saing dalam Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing 2013, Imam mengaku pihaknya ditunjuk pemerintah provinsi untuk mengikuti ajang tersebut. Sebelumnya, kata Imam, pihaknya telah meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Timur.

“Awalnya kita cuma ditunjuk pemerintah daerah supaya ikut lomba-lomba, termasuk tanggal 12 kemarin saya dapat penghargaan dari gubernur ini lomba Inovasi Teknologi Produk Unggulan. Juara pertamanya saya. Alhamdulillah Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing ini saya ditunjuk oleh propinsi, saya juga dapat juara lagi,” ungkapnya.

Setelah menjuarai anugerah tersebut, Imam mengatakan dana hadiah yang diterima akan dimanfaatkan untuk pembinaan kelompok tani yang dipimpinnya. “Ini kan atas nama Kelompok Tani Murgo Mulyo, untuk pengembangan-pengembangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *